Selasa, September 21, 2021

16 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Torut Sepanjang Tahun 2020

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Jumlah kasus bunuh diri yang terjadi di Toraja Utara (Torut) cukup tinggi sepanjang tahun 2020 ini. Polres Torut mencatat 16 kasus bunuh diri terjadi tahun ini.

Hal tersebut terungkap saat Polres Torut menggelar press release akhir tahun, di Mapolres Torut, Rabu, 30 Desember 2020. Kapolres Torut, AKBP Yudha Wirajati, mengatakan, kasus yang terjadi digolongkan menjadi tiga jenis. Yakni konvensional, trans nasional, dan kekayaan negara.

Dari ketiga jenis kejahatan ini, jenis kasus konvensional selama Polres Torut terbentuk yakni dari Desember 2019 sampai saat ini mencatat sebanyak 98 kasus pidana umum.

“Diantara 98 kasus konvensional ini, ada 71 kasus yang menonjol dan menjadi perhatian masyarakat,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, dari 71 kasus tersebut, 19 kasus diantaranya adalah persetubuhan anak di bawah umur, 16 kasus bunuh diri, dan 10 kasus pencabulan/pemerkosaan kepada anak. Motif terjadinya kasus bunuh diri karena hubungan percintaan dan masalah pribadi di hubungan keluarga.

“Kita harus pahami bahwa dalam kondisi yang kita lihat, kasus yang paling banyak dilaporkan kepada kami adalah pencabulan serta perkosaan,” ungkapnya.

Ia mengaku, masalah ini sudah dikomunikasikan dengan Bupati dan seluruh stakeholder terkait. Termasuk dengan tokoh-tokoh agama, supaya ada sebuah solusi.

“Kita harus tau penyebabnya. Apakah memang dari karakternya ataupun mungkin tingkat pendidikan yang menyebabkan terjadinya kelakuan-kelakuan seperti ini. Tidak mungkin penyelesaian kasus hanya sebatas upaya-upaya dari kepolisian saja, tetapi juga harus dibantu oleh seluruh pihak untuk mengurangi tingkat kejahatan seksual terhadap anak,” terang Yudha.

Ia menuturkan, bukan hanya kasus konvensional saja yang tinggi, tetapi kasus untuk lakalantas. Dimana terjadi 80 kasus lakalantas. Empat kasus mengakibatkan kematian, lima luka berat, dan 87 kasus luka ringan.

Sementara, jenis kejahatan trans nasional yaitu kasus narkoba sebanyak 13 kasus, dengan 15 tersangka. Barang bukti jenis sabu 24,1967 gram dan jenis tembakau sintetik 3,379 gram.

Dalam kesempatan itu, Yudha juga meminta kepada seluruh masyarakat Torut untuk tidak melaksanakan kegiatan di malam tahun baru dengan arak-arakan ataupun konvoi.

“Pengamanan pergantian tahun ini, kita turunkan semaksimal mungkin untuk personil yang akan menyebar di lingkup Toraja Utara,” pungkasnya. (YN)

 

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com