Selasa, September 21, 2021

Bangunan Pusat Pertokoan Rantepao Mulai Dibongkar

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Penertiban atau pembongkaran bangunan pertokoan Rantepao di Jalan Andi Mappanyukki, Kecamatan Rantepao, Selasa, 2 Maret 2020, mulai dilakukan. Sebelum dilaksanakan, Kepala ATR/BPN Toraja Utara, Gunawan, membacakan surat sertifikat hak pakai dan surat keputusan Bupati Toraja Utara tentang pembongkaran pertokoan Rantepao.

Dibacakan Gunawan, penataan atau pembongkaran Pertokoan Rantepao ini memiliki sertifikasi hak pakai nomor 1 Desa/Lurah Penanian, Kecamatan Rantepai, dengan luas 14571 m².

“Sertifikasi ini sudah jelas. Jadi dilakukannya pembongkaran bangunan pertokoan ini dikarenakan hanya hak pakai dan aset milik pemerintah daerah Kabupaten Toraja Utara,” terang Gunawan.

Sementara, Plt Kasatpol PP Torut, Rianto Yusuf, kepada awak media mengatakan, pihaknya menurunkan tiga alat berat untuk pembongkaran Pertokoan Rantepao, dengan tujuan dalam rangka penataan Kota Rantepao.

“Pemkab Torut ingin melakukan penataan Kota Rantepao dalam program pedestrian kota. Untuk mempercepat pembongkaran, kami memakai dua unit eskavator dan satu breaker,” kata Rianto.

Adapun jumlah personil yang diturunkan sebanyak 150 orang Satpol PP, yang di back up oleh 60 orang anggota Polres Toraja Utara, 60 orang anggota Kodim 1414/ Tator, 31 orang Brimob Parepare, 20 orang Dishub Toraja Utara, dan 10 orang dari Dinas Kesehatan.

“Walaupun sebelumnya Pemkab Torut sudah melakukan mediasi dari tahun 2018 hingga 2020, dan dilanjutkan dengan sosialisasi dan mengeluarkan Surat Peringatan sampai tiga kali, ada beberapa kendala yang kami alami. Tapi kita bersyukur kegiatan pembongkaran pertokoan Rantepao sampai saat ini tidak ada penolakan atau perlawanan dari penyewa kios,” pungkas Rianto. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com