Jumat, Juni 18, 2021

Istri dan Anak ke Sawah, Suami Gantung Diri di Pohon Cengkeh

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Kaget dan shok. Mungkin seperti itulah perasaan Yafet Lilin Paris, saat menemukan Sang Ayah, YLA (55 tahun), dalam posisi tergantung di pohon cengkeh. YLA diduga nekat mengakhiri hidupnya, akibat depresi karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

YLA gantung diri di pohon cengkeh menggunakan seutas tali warna hijau, di Tirobali, Dusun To’ Awo’, Kelurahan Sa’dan Matallo, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara, Rabu, 27 Januari 2021. Yafet menuturkan, pada pagi hari dirinya bersama Sang Ibu pergi ke sawah untuk memotong padi, dan pada saat itu korban masih ada di rumah.

“Pagi tadi saat kami pergi ke sawah, ayah masih ada di rumah. Setelah pulang dari sawah, kami mencari di rumah namun sudah tidak ada. Kemudian saya pergi mencarinya ke kebun tempat ayah sering mengambil kayu bakar,” tutur Yafet.

Di lokasi tersebut, lanjut Yafet, dirinya menemukan YLA dalam keadaan tergantung di atas pohon cengkeh menggunakan seutas tali warna hijau dengan panjang sekitar 1,5 meter.

“Saya melihat ayah sudah tergantung. Saya kaget dan langsung berlari kerumah memberitahukan kepada ibu. Ibu langsung menghubungi masyarakat setempat untuk meminta pertolongan,” bebernya.

Dalam kejadian ini, Polsek Sa’dan Balusu, yang dipimpin Kapolsek Iptu Lewi Tandi Arung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP bersama-sama personil. Bersama keluarga korban dan masyarakat setempat, mengevakuasi korban dan membawa ke rumah duka.

Kapolsek Sa’dan Balusu, Iptu Lewi Tandi Arung mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga korban, korban sudah lama mengidap penyakit malaria sehingga diduga korban mengalami depresi.

“Keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi dan selanjutnya dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi,” kata Iptu Lewi Tandi Arung, Kamis, 28 Januari 2021.

Sekedar informasi, kasus gantung diri ini merupakan kasus keempat di Toraja sepanjang Bulan Januari 2021 ini. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com