Selasa, September 28, 2021

Kajari Soroti Maraknya Kasus Bunuh Diri dan Perjudian di Toraja

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja (Tator) kembali menggelar program Jaksa Menyapa, di Halaman Kantor Kejari Tator, Makale, Rabu, 24 Februari 2021. Kali ini, menyoroti perkembangan kasus bunuh diri dan perjudian di Toraja, yang didiskusikan bersama tokoh agama dan tokoh adat, serta tokoh pemuda.

Tema ini sengaja diangkat, dikarenakan akhir-akhir ini marak kasus bunuh diri dan perjudian di kalangan anak muda dan masyarakat Toraja.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tator, Jefri P Makapedua, menjelaskan, jaksa menyapa yang digelar merupakan bagian dari program kejaksaan, dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam menghadapi kasus yang marak saat ini.

“Kita disini membicarakan permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini di Toraja lewat jaksa menyapa, yang disiarkan lewat radio dan channel YouTube, untuk memberikan kesadaran dan menjadi pegangan kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” terang Jefri.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, Jefri berharap agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Toraja.

Sementara, Tokoh Agama, Ketua MUI Tator, KH. A. Zainal Muttaqien, dalam kesempatan itu mengatakan, salah satu penyebab orang bunuh diri karena iman yang kurang. Sehingga saat menghadapi persoalan, terjadi depresi dan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Ditambah lagi pengaruh media sosial turut mengambil bagian dalam tingginya angka bunuh diri.

“Karena itu, diharapkan peranan semua pihak agar angka bunuh diri bisa ditekan. Dan dengan adanya kegiatan ini, diharapkan berdampak baik sehingga angka bunuh diri bisa ditekan,” pungkas Zainal.

Pendeta Gereja Toraja, Pdt Oky Wenty Kombong, dalam kesempatan itu mengapresiasi Kejari Tator yang cepat mengambil langkah dengan mengumpulkan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman.

Ia menuturkan, semua agama tidak membolehkan bunuh diri, karena kita harus selalu menghargai kehidupan kita. Dan dibutuhkan peranan gereja dengan merangkul jemaatnya agar jika dalam menghadapi persoalan bisa memberikan solusi.

“Dalam mengantisipasi maraknya kasus bunuh diri itu, pertama kita harus menghargai hidup, karena hidup ini adalah karunia Tuhan. Kedua, perlunya menjalin komunikasi yang baik bersama keluarga, menjalin keakraban bersama keluarga, agar dapat terbuka jika memiliki masalah,” ungkap Pendeta Oky.

Oky berharap, tokoh agama maupun tokoh adat dan tokoh pemuda yang ada di Toraja harus lebih mendekatkan diri kepada masyarakatnya, terkhusus kepada anak-anak muda.

Tak hanya berbicara terkait bunuh diri, Oky juga menyinggung kasus perjudian. Dimana, hal itu tidak diinginkan oleh Tuhan. Maka, demi menyelamatkan diri dari dosa, masyarakat diingatkan untuk dapat menguasai diri agar tidak ikut dalam perjudian. (YN/*)

 

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com