Selasa, September 21, 2021

Kapolres Tana Toraja Hentikan Tiga Pesta Rambu Solo’ di Sangalla’

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Kegiatan Pesta Adat Rambu Solo’ (Upacara Adat Kematian) yang sementara berlangsung, Senin, 11 Januari 2021, diberhentikan oleh Kapolres Tana Toraja Sarly Sollu, beserta jajarannya, dan Satgas Covid-19 Tator. Tiga kegiatan Rambu Solo’ dibubarkan karena telah melanggar protokol kesehatan, dengan menimbulkan kerumunan.

Penghentian dan pembubaran kegiatan Rambu Solo’ berlangsung di Tongkonan Bokko, Kelurahan Tumbang Datu, Sangalla’ Utara. Kemudian, di Lingkungan Tagari, Kelurahan Bebo, Sangalla Utara. Serta di Dusun Wala, Lembang Tokesan, Kecamatan Sangalla Selatan’.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu, menegaskan, penghentian kegiatan Rambu Solo’ dilakukan demi untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Langkah yang kami ambil ini adalah untuk keselamatan masyarakat, inilah hukum yang tertinggi. Saya minta pemangku adat untuk membantu kami mengimbau masyarakat, mendukung pemerintah mencegah penyebaran Covid-19,” kata Sarly Sollu.

Ia mengatakan, penghentian Rambu Solo’ sudah seharusnya dilakukan. “Ini adalah jalan yang terbaik, dan atas nama undang-undang, kami harus bertindak, karena keselamatan masyarakat diatas segala-galanya,” tegas Kapolres.

Sarly juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memutus penyebaran Covid-19, terutama menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

“Tidak ada lagi kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, karena itu sarana paling mudah bagi penyebaran Covid-19. Tidak ada yang bisa menjamin kesehatan mereka yang sudah terpapar Covid-19, para tenaga medis hanya membantu memulihkan, tetapi tidak bisa menjamin pulihnya kesehatan setelah terpapar virus,” pesannya.

Perlu diketahui, sebelumnya Kapolres Tana Toraja telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M. Meliputi memakai masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan membatasi mobilitas. Imbauan tersebut pun disertai dengan sanksi pidana bagi yang melanggar protokol kesehatan. (YN)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com