Rabu, September 29, 2021

Kasus Covid-19 Makin Tak Terkendali, Pemprov Sulsel Tambah Tempat Tidur di Rumah Sakit

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

MAKASSAR, MEOLI.CO – Kasus Covid-19 di Sulsel semakin tak terkendali. Virus mematikan tersebut telah bertransmisi di semua kabupaten/kota di Sulsel.

Sebagai langkah antisipasi melonjaknya pasien yang butuh perawatan di rumah sakit, Pemprov Sulsel melakukan rapat konsolidasi dengan dinas dan rumah sakit, untuk menambah kapasitas tempat tidur, ruang isolasi, Duta Covid-19, serta langkah-langkah pencegahan.

“Pemeriksaan spesimen (Covid-19) kita terus naik dua kali lipat. Memang perkembangan kasus juga sangat signifikan kenaikannya,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, yang memimpin rapat konsolidasi, kemarin.

Nurdin menyampaikan, strategi di awal saat Covid-19 ada di Sulsel, penanganan pasien dikategorikan antara yang bergejala dan tidak bergejala. Mereka yang tanpa gejala dirawat di Wisata Covid-19, sedangkan yang ada komorbid atau penyakit bawaan dimasukkan ke rumah sakit.

“Namun, saya lihat terakhir ini, semua yang positif mengarah ke rumah sakit. Makanya perlu edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar lagi, ditambah strategi kita,” ujarnya.

Selain menambah kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit, pemerintah akan melakukan penambahan hotel karantina, termasuk di kabupaten kota.

“Sebenarnya hotel-hotel kita sama dengan rumah sakit darurat. Karena sudah ada tenaga medis, dan obat-obatan yang beragam,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menyebutkan, penguatan manajemen juga dibahas, termasuk sistem rujukan pasien. Demikian juga memanfaatkan 1.000 tokoh lintas agama, dan mereka didorong untuk mengedukasi masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Rumah sakit kabupaten/kota sudah diaktifkan untuk penanganan Covid-19. Adapun okupansi rumah sakit sebesar 67-68 persen,” ungkapnya. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com