Sabtu, September 11, 2021

Kasus Positif Covid-19 Tembus Satu Juta, Pemerintah Kaji Pemberlakuan Karantina Terbatas

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

MEOLI.CO – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hingga Selasa, 26 Januari 2021, menembus angka 1.012.350 orang, setelah ada pertambahan sebanyak 13.094 kasus positif Corona. Karena itu, dibutuhkan langkah khusus yang berbeda dari yang selama ini dilakukan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta kepada jajaran menteri terkait agar melakukan perubahan strategi dan pendekatan supaya penanganan Covid-19 berjalan lebih baik. Terutama level hulu, langkah untuk melakukan karantina terbatas. Kemudian tracing, tracking, testing, dan tentu saja protokol kesehatan 3M dan pengobatan pada mereka yang berstatus sebagai penyandang Covid-19.

“Salah satu langkah khusus yang diminta presiden dalam penanganan Covid-19 sekarang ini adalah karantina wilayah secara terbatas sampai tingkat mikro di lingkup RT dan RW,” ujarnya.

Muhadjir yang juga Wakil Ketua III KPC-PEN menerangkan, karantina terbatas rencananya akan dilakukan untuk mendalami kasus yang ada di suatu wilayah, dan melakukan pemisahan masyarakat dengan kasus positif dengan dilakukan isolasi mandiri atau isolasi kolektif. Untuk teknis karantina terbatas ini, masih akan dibahas lebih lanjut.

“Kami akan terus atur (teknisnya). Sebetulnya presiden sudah memesan agar sungguh-sungguh diterapkan karantina terbatas, kemudian isolasi mandiri, dan kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi kolektif secara terpusat,” terangnya.

Langkah lain yang tengah dilakukan pemerintah pusat adalah pengalokasian tempat tidur untuk pasien Covid-19. Selama ini, mayoritas rumah sakit masih belum optimal dalam mengalokasikan tempat tidur dan ruang perawatan untuk pasien Covid-19.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah memberikan edaran ke pihak RS agar melonggarkan alokasi bed untuk pengidap Covid-19.

Sebab, sebagian besar rumah sakit, termasuk rumah sakit pemerintah, baru di bawah 15 persen menyediakan bed untuk pasien Covid-19.

“Sudah ada edaran Menkes, tinggal bagaimana ditegakkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com