Minggu, Juni 20, 2021

Kekurangan Tempat Tidur Hingga Tenaga Kesehatan, Jadi Masalah Penanganan Covid-19 di Torut

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) melaksanakan rapat evaluasi penanganan Covid-19, di RSUD Pongtiku, Kamis, 14 Januari 2021. Rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Kalatiku Paembonan ini menghadirkan beberapa instansi terkait.

Direktur RSUD Pongtiku, Remen Labi, mengatakan, RSUD Pongtiku untuk tempat perawatan penanganan Covid-19, hanya memiliki 16 tempat tidur. Selain itu, pihaknya juga kekurangan tenaga kesehatan untuk merawat pasien positif Covid-19.

“Ada 16 tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan itu tetap kami layani. Tapi harus diback up tenaga kesehatan, karena tidak sanggup kalau hanya tenaga kesehatan yang ada di sini,” ucap Remen.

Diakui Remen, pihaknya mengambil kebijakan bersama dengan puskesmas, apabila pasien tersebut tidak ada gejala (OTG), dilaksanakan karantina mandiri di rumah. Sebaliknya, jika pasien mempunyai gejala, pihaknya akan karantina di rumah sakit.

“Kalau perawat kami sebelum adanya pandemi, biasanya tiga orang pasien ditangani oleh satu orang perawat. Kemudian dengan adanya pandemi ini, setiap satu orang pasien harus ditangani satu orang perawat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, apabila ada penambahan ruangan isolasi, masih ada 10 kamar yang bisa digunakan bagi pasien. Maka, pasien tanpa gejala nantinya diatur dalam satu kamar dapat menampung lima orang.

Sementara Bupati Torut, Kalatiku Paembonan, menyampaikan, pihaknya sudah menyurat ke pemerintah provinsi untuk penggunaan hotel Toraja Prince. Tapi, sampai saat ini belum mendapat jawaban dari pemerintah provinsi, walaupun untuk pemilik hotel sudah mengijinkan.

“Dengan adanya penambahan ruangan sebanyak sepuluh kamar, ditambah dengan ruangan isolasi yang ada, maka sudah bisa menampung sebanyak 66 orang. Untuk penambahan perawat, nanti kita ambil dari puskesmas yang ada,” jawab Kalatiku.

Dalam rapat tersebut, Kalatiku meminta agar RSUD Pongtiku digunakan khusus untuk penanganan Covid-19, sementara untuk RSU Elim dan RSU Marampa untuk perawatan umum. Kemudian untuk perawat, tinggal di hotel Toraja Prince, dan akan diantar jemput.

Adapun hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19, antara lain, penambahan ruangan isolasi untuk penanganan Covid-19, Pemkab Torut akan melihat perkembangan 10 hari kedepan, perencanaan di Bulan Februari untuk kegiatan Rambu Solo’ (Upacara adat kematian) dan Rambu Tuka’ (Upacara adat pernikahan) akan dihentikan.

Selanjutnya, akan diterapkan Peraturan Bupati tentang penggunaan masker dan yang tidak menggunakannya akan didenda, serta dilaksanakan sweeping bagi yang tidak menggunakan masker. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com