Sabtu, September 18, 2021

Mantan Ketua BIN Sebut FPI Kegiatan Kriminal Terorganisir dengan Kedok Agama

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

JAKARTA, MEOLI.CO – Mantan Ketua Badan Intelegen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud Hendropriyono atau yang lebih dikenal dengan AM Hendropriyono, dengan tegas mengatakan, dibubarkannya Front Pembela Islam (FPI), merupakan langkah tegaknya hukum dan disiplin sosial.

“Kegiatan kriminal yang terorganisir dengan kedok agama, kini telah dihentikan pemerintah demi tegaknya hukum sekaligus disiplin sosial,” ujarnya, dikutip dari akun Twitter pribadi Hendropriyono @edo751945.

Hendropriyono menegaskan, hanya dengan menegakkan disiplin sosial maka stabilitas akan tercapai. “Hanya dengan disiplin, kita bisa mencapai stabilitas, dan hanya dengan stabilitas kita dapat bekerja untuk mencapai keamanan dan kesejahteraan bersama,” tulisnya lagi.

Hendropriyono menegaskan, kini sudah tidak ada lagi penggerebekan dan kegiatan main hakim sendiri, yang selama ini hal-hal tersebut dilakukan oleh FPI.

“Tidak akan ada lagi penggerebekan terhadap orang yang sedang beribadah, terhadap acara pernikahan, melarang menghormat bendera merah putih, razia di cafe-cafe, mini market, toko-toko obat, warung makan, mall, dll kegiatan yang main hakim sendiri,” tegasnya.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan pemerintah (membubarkan FPI) merupakan cara tepat untuk membersihkan benalu agar kehidupan demokrasi terselamatkan. Sisi gelap apapun dari oknum tersebut dapat diangkat ke tempat yang terang di ranah hukum.

“Kehidupan demokrasi harus diselamatkan oleh pemerintah dengan cara membersihkan benalu-benalunya,” pungkasnya.

Hendropriyono mengingatkan, jika masih saja ada oknum yang menghasut maka sia-siap dikenakan sanksi tindak pidana terorisme. Menurutnya, kegiatan FPI bahkan telah dilarang oleh pemerintah, karena semakin jauh dari kehidupan Pancasila.

“Kegiatan FPI telah dilarang oleh pemerintah, karena semakin jauh dari kehidupan masyarakat Pancasila yang toleran terhadap perbedaan. Rakyat kini bisa berharap hidup lebih tenang di alam demokrasi yang bergulir sejak reformasi 1998,” sambungnya.

Lebih lanjut Hendropriyono menegaskan, organisasi lainnya yang merupakan pelindung FPI dan provokator, maka tinggal menunggu giliran seperti halnya apa yang FPI dapatkan sekarang.

“Organisasi pelindung ex FPI dan para provokator tunggu giliran. Tanggal 30 Desember, masyarakat Indonesia merasa lega karena mendapat hadiah berupa kebebasan dari rasa takut yang mencekam selama ini,” imbuhnya. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com