Kamis, September 16, 2021

Mayoritas Siswa Sudah Jenuh Belajar Daring

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis hasil survei singkat Persepsi Peserta Didik tentang rencana pemerintah membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Hasilnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengungkap, sebanyak 78,17 persen dari 62.448 siswa setuju sekolah tatap muka dilaksanakan pada Januari 2021.

“Sebanyak 48.817 siswa atau 78,17 persen dari total responden,” tutur Retno melalui keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2020.

Sementara, lanjut Retno, dari angka tersebut, sebanyak 56 persen siswa yang setuju mengaku sudah jenuh dengan pembelajaran jarak jauh dan membutuhkan variasi belajar dengan pembelajaran tatap muka. Mayoritas siswa juga mengaku kesulitan memahami materi dan melakukan praktikum selama belajar daring.

“Mayoritas responden yang menyampaikan alasan itu adalah siswa kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan siswa kelas 12 SMA/SMK,” terangnya.

Terutama untuk praktikum dan membahas materi-materi yang sangat sulit yang tidak bisa diberikan melalui pembelajaran daring.

Sedangkan 10 persen dari total responden, atau 6.241 siswa, tidak setuju dan 16,13 persen atau 10.078 siswa mengaku masih ragu dengan keputusan pembelajaran tatap muka.

“Sebanyak 45 persen dari siswa yang menolak pembukaan sekolah khawatir dengan angka Covid-19 yang masih tinggi di daerahnya. Selain itu, ada 40 persen siswa menolak karena ragu sekolah dapat menerapkan protokol kesehatan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dari keseluruhan responden, hanya ada 5,25 persen siswa yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka. 94,75 persen lainnya masih melaksanakan pembelajaran daring. Hasil ini ditemukan berdasarkan survei secara virtual pada 11-18 Desember 2020. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com