Sabtu, September 11, 2021

Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Nurdin Abdullah Minta Masyarakat Tenang

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

MAKASSAR, MEOLI.CO – Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, meminta agar masyarakat tetap tenang, dalam menanggapi penangkapan terduga teroris di Makassar, yang dilakukan Densus 88, Rabu, 6 Januari 2021, kemarin. Iapun mengapresiasi kinerja aparat kepolisian.

“Masyarakat Sulsel harus tenang. Karena aparat kepolisian sudah bekerja dengan baik, mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini gencar untuk mengamankan NKRI dari serangan-serangan paham teroris.

“Kita tunggu saja, biar aparat kepolisian bekerja dengan baik. Dan saya yakin ini sesuatu yang baik, yang dilakukan oleh aparat kepolisian,” ucapnya.

Diketahui, Densus 88 menembak mati dua terduga teroris bernisial MR dan SA, di Perumahan Villa Mutiara Cluster Biru, Jalan Boulevard, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu, 6 Januari 2021. Selain itu, 18 orang lainnya diamankan oleh pihak kepolisian. Sehingga total, ada 20 orang terduga teroris yang terjaring dalam operasi ini.

Dua orang terduga teroris berinisial MR dan SA, punya kekerabatan yakni sebagai mertua dan menantu. Dari informasi lapangan yang didapatkan, kedua terduga teroris masuk dalam jaringan kelompok Anshor Daulah Islamiyah (ADI).

Keduanya juga sudah terpantau cukup lama sebelum penggerebekan dilakukan di rumahnya, di Perumahan Villa Mutiara, Makassar. Polisi terpaksa melakukan penembakan, karena keduanya melakukan perlawanan kepada polisi saat akan ditangkap. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com