Jumat, Juni 18, 2021

Pemkab Torut Sosialisasikan Rencana Penertiban Pertokoan Rantepao

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Toraja Utara (Torut) mulai mensosialisasikan pemetaan penertiban pertokoan Rantepao, di Kantor Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Rabu, 13 Januari 2021. Dalam sosialisasi tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadirkan tokoh masyarakat juga pemakai bangunan.

Bupati Torut, Kalatiku Paembonan, mengatakan, status dari bangunan tersebut adalah milik Pemda, yang dibuktikan dengan surat yang ditandatangani oleh Bupati Tana Toraja dan Ketua DPRD Tana Toraja. Jika bangunan pertokoan baru sudah terbangun nantinya, maka para pengusaha sebagai pemakai berkewajiban membayar pajak dan retribusi kepada Pemda.

“Sewa tanah harus dibayar lunas oleh pemakai selambat – lambatnya tanggal 5 tiap bulannya kepada pemerintah daerah. Apabila pemakai melalaikan kewajibannya, selama tiga bulan menunggak sewa tanah tersebut di atas, mengakibatkan timbulnya kerugian bagi pemerintah daerah,” terang Kalatiku.

Ia menegaskan, pemakai tidak diperkenankan mengadakan perubahan ataupun pemindahan hak atas toko tersebut tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. “Pemindahan hak hanya dapat dilakukan kepada pengusaha, bukan pemakai bangunan sewa,” tegasnya.

Kalatiku menjelaskan, perjanjian di awal bangunan tersebut berlaku selama 30 tahun, dan setelah itu bangunan dikembalikan haknya kepada pemerintah daerah.

Untuk diketahui, pertemuan akan dilanjutkan pada 21 Januari 2021 mendatang, di Ruang Rapat Gabungan Dinas Pemda Torut, di Desa Tondon, Kecamatan Tondon. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com