Selasa, September 28, 2021

Penularan Covid-19 Makin Mengkhawatirkan, Polisi Bubarkan Acara Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’ di Toraja Utara

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Aparat gabungan kepolisian, TNI, dan Satpol PP,
menghentikan sementara kegiatan pesta pemakaman atau Rambu Solo’ di Dusun Buka, Lembang, Karre Limbong, Kecamatan Nanggala, Sabtu, 26 Desember 2020. Begitupun dengan acara Rambu Tuka’ (resepsi pernikahan) di dua tempat berbeda, yakni di Tongkonan Sirreng, Kecamatan Sa’dan, dan di Kecamatan Bangkelekila’.

Pembubaran tersebut dilakukan setelah penyelenggara diduga tidak mengindahkan Maklumat Kapolri dan Forkopimda tentang larangan berkerumun. Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, AKP Hardjoko, mengimbau, agar masyarakat dapat mematuhi maklumat yang telah ditandatangani Forkopimda pada 23 Desember lalu.

Dalam makumlat itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan sementara waktu yang berpotensi menimbulkan kerumunan, sehingga dapat meningkatkan kasus Covid-19 di Toraja Utara.

“Kehadiran kami dari Polres Toraja Utara tidak bermaksud untuk mengganggu adat atau acara yang bapak atau ibu selenggarakan, namun semua ini tidak lepas dari kondisi yang memprihatinkan ini,” kata Hardjoko saat mengeluarkan imbauan kepada warga yang hadir.

Ia mengungkapkan, untuk Toraja Utara, saat ini yang positif terpapar Covid-19 berjumlah 163 orang. Jumlah itu sangat memprihatinkan, dan dari jumlah itu 10 orang meninggal dunia.

Sebagai penegak hukum, ia mengaku wajib menindaklanjuti adanya maklumat Kapolri dan Forkopimda yang melarang adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini, pihak Kepolisian tidak mengeluarkan ijin keramaian apalagi yang berpotensi mengumpulkan orang banyak.

“Sudah saya sampaikan kepada pihak penyelenggara, Camat dan Kepala Lembang, agar kegiatan ini tidak dilakukan karena menimbulkan kerumunan. Jika imbauan tidak diindahkan, tentu kami akan melakukan langkah penegakan hukum dengan memproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara Kepala Lembang Karre Limbong, Yusuf Ranggina, yang juga keluarga pemilik acara mengatakan, setelah mengetahui adanya maklumat dan juga adanya penyampaian dari pihak kepolisian, maka acara Rambu Solo’ dihentikan dan menunggu aturan lanjutan dari Satgas Covid-19 Toraja Utara.

“Memang dari awal kami sudah wanti-wanti bahwa ada maklumat, tetapi karena hari ini terkait penyelesaian acara, maka kami mengambil kesimpulan bahwa hari ini kami tetap laksanakan kegiatan ‘Massari Lantang’ tetapi hanya sampai disitu saja,” ucapnya.

“Untuk acara berikutnya, kami tidak lanjutkan lagi, nanti setelah ada aturan baru dari Forkopimda baru kami lanjutkan,” tutup Yusuf. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com