Kamis, Juni 17, 2021

Percepat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat, Kejagung Bentuk Tim Khusus

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim khusus penuntasan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat. Tim tersebut beranggotakan 18 jaksa.

Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah 18 orang anggota tim khusus tersebut secara virtual, di Aula Kejari Makale, Rabu, 30 Desember 2020.

Pembentukan tim khusus ini menegaskan kembali komitmen dan dukungan penegakan hukum oleh kejaksaan, sebagai bentuk penghormatan, pengakuan, dan pemenuhan terhadap HAM yang merupakan suatu keharusan dalam upaya melindungi harkat dan martabat kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung RI, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus beserta jajarannya, yang telah berkerja keras melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka penanganan dugaan pelanggaran HAM berat.

“Saya mengetahui kompetensi, kapabilitas, dan profesionalitas saudara-saudara tidak diragukan lagi, sehingga saya yakin tim khusus HAM ini akan mampu menyelesaikan tugas yang diemban dengan baik. Saudara-saudara sekalian merupakan representasi dari kejaksaan yang dipandang sebagai aktor kunci dalam penuntasan pelanggaran HAM yang berat,” terang Burhanuddin.

Jaksa Agung berharap, kehadiran tim khusus HAM akan mampu mengakselerasi dan membuat terobosan-terobosan hukum sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sehingga, dugaan pelanggaran HAM yang berat dapat diselesaikan secara tuntas, bermartabat, dapat diterima oleh berbagai pihak, dan tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Untuk mewujudkan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas khusus ini, saya minta agar tim dapat lebih mengintensifkan komunikasi dengan Komnas HAM dan kementerian/lembaga terkait lainnya secara sinergis, terencana, dan terpadu,” pesannya.

Adapun 18 jaksa yang tergabung dalam tim khusus ini antara lain, Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi (Ketua), Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Ali Mukartono (Wakil Ketua), Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Raja Nafrizal (Sekretaris), Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Yuspar (Koordinator Timsus HAM), serta tujuh anggota tim lainnya. (YN)

 

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com