Kamis, September 16, 2021

Perindah Kota Rantepao, Pemkab Segera Bongkar Bangunan Pertokoan di Penanian

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut) akan membongkar bangunan pertokoan di Penanian, Rantepao. Pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi tersebut, akan dipindahkan ke Pasar Bolu, di Tallunglipu Matallo.

Rencana penertiban sekaligus pembongkaran bangunan pertokoan di Penanian tersebut dibahas Bupati Torut Kalatiku Paembonan, didampingi Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang, dan Sekretaris Daerah Rede Roni, di Kantor Gabungan Badan dan Dinas, Ex Hotel Marante – Tondon, Selasa, 5 Januari 2021.

Kalatiku menjelaskan, penertiban dilakukan untuk memperindah Kota Rantepao. Pembongkaran dan penertiban bangunan tersebut didukung dengan adanya dokumen asli disertai cap dan tandatangan basah oleh Bupati Kepala Daerah A.Y.K Andi Lolo dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II Tana Toraja W.M Allorerung.

Surat tersebut berisi tentang pembangunan 66 petak ruangan toko di Pasar Rantepao (pertokoan) pada tanggal 10 Desember 1975 No. Put.2/19/2020, dan didalam surat keputusan itu dijelaskan beberapa poin. Salah satunya, adalah perjanjian berlaku selama 30 tahun, terhitung ketika ditanda-tanganinya perjanjian. Setelah itu, bangunan tersebut dikembalikan haknya kepada pemerintah daerah.

“Dengan adanya surat tersebut, pemerintah daerah akan melakukan penertiban bagi penjual yang berada di pertokoan tersebut,” tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Kalatiku, pihaknya akan melakukan penertiban. Bagi warga yang berada di bangunan pertokoan, akan diarahkan ke bangunan Pasar Bolu yang baru direhab atau bisa memilih tempat sendiri di sekitar Toraja Utara.

“Pemerintah daerah mengambil langkah strategis untuk pembenahan. Soal perpindahan, masyarakat bebas memilih untuk pindah di tempat yang telah disediakan di Pasar Bolu, atau mencari tempat lain,” terangnya.

Ia berharap, warga bisa ikhlas pindah dari bangunan tersebut. “Ketika sudah dibangun kembali, maka yang mendapat prioritas ialah yang pernah mendiami pertokoan tersebut,” janjinya.

Selanjutnya, pemerintah daerah akan melakukan sosialiasi paling lambat 20 Januari 2021. Setelah itu, masuk ke langkah-langkah tindakan penertiban di pertokoan.

Kalatiku menekankan, dalam penertiban nantinya tidak ada tebang pilih. Hal ini dilakukan demi penataan Kota Rantepao yang lebih baik lagi. Penertiban akan segera dilaksanakan, dengan dukungan dokumen yang telah dimiliki oleh pemerintah daerah yang ditandatangani langsung Bupati dan Ketua DPRD saat itu, mengingat usia bangunan pertokoan saat ini sudah lebih dari 30 tahun. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com