Jumat, September 17, 2021

PPATK Bekukan 59 Rekening Terkait FPI

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

JAKARTA, MEOLI.CO – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan 59 rekening yang terkait Front Pembela Islam (FPI). Tindakan ini diambil usai pemerintah membubarkan FPI dan segala kegiatannya per 30 Desember 2020.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan, pihaknya telah menerima 59 Berita Acara Penghentian Transaksi dari beberapa Penyedia Jasa Keuangan atas rekening FPI. Termasuk pihak terafiliasinya. Pelaksanaan fungsi analisis dan pemeriksaan laporan dan informasi transaksi keuangan yang terindikasi tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana lain, menjadi alasan PPATK melakukan pembekuan transaksi dan aktivitas rekening FPI berikut afiliasinya.

Kewenangan itu, sambung Ediana, diatur dalam Pasal 44 ayat (1) huruf i UU TPPU.

Dimana dalam rangka melaksanakan fungsi analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi, PPATK dapat meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian transaksi yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana.

“Tujuan tindakan ini, adalah untuk mencegah adanya upaya pemindahan atau penggunaan dana dari rekening yang diketahui atau dicurigai merupakan hasil tindak pidana,” jelas Ediana.

Nantinya, PPATK akan menyampaikan hasil analisa dari pembekuan rekening tersebut kepada penegak hukum.

Sebelumnya, tim hukum FPI, Sugito, menyebut ada dua rekening yang dibekukan usai pembubaran. Dua rekening itu, salah satunya atas nama organisasi dan yang lainnya atas nama pribadi, atas nama Irvan Ghani.
“Rekening Irvan digunakan FPI untuk menggalang dana enam laskar FPI yang ditembak polisi. Uang hasil penggalangan dana dimaksud juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga sebelum akhirnya rekening tersebut diblokir,” jelas Sugito. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com