Selasa, Juli 20, 2021

Rugikan Negara Rp 800 Juta, Kepala Lembang Sampeparikan Ditahan Kejaksaan

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja (Tator), melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus selaku Plh. Kepala Seksi Inteljen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tator, melakukan penahanan terhadap Kepala Lembang (Kalem) Sampeparikan.

Plh. Kepala Seksi Inteljen Kejari Tator, Achmad Syauki, mengatakan, telah dilakukan penahanan kepada tersangka P yang menjabat sebagai Kepala Lembang Sampeparikan, Kecamatan Mappak.

“Tersangka P kami tahan karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam penyalahgunaan anggaran dana Lembang Sampeparikan Tahun Anggaran 2014-2019,” ungkap Achmad, Kamis, 21 Januari 2021.

Ditambahkan Achmad, berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Tana Toraja, P telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 811.946.600, (Delapan Ratus Sebelas Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Enam Ribu Enam Ratus Rupiah).

Dengan demikian tersangka disangka telah melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebaaimana telah diubah dengan Undang undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Subsider pasal 3 Pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebaaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Kajari Tator, Jefri P Makapedua saat dikonfirmasi, membenarkan penahanan tersebut. Ia mengatakan, kerugian negara yang disebabkan oleh tersangka P harus diganti.

“Iya benar, tersangka pun sudah dibawa ke rumah tahanan Polres Tana Toraja.” ungkapnya.

Dengan menahan satu kepala Lembang yang ada di Tana Toraja, Jefri berharap agar kepala Lembang lain dapat menggunakan dananya sebaik mungkin untuk rakyat, agar kejadian seperti hari ini tidak terulang lagi. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com