Senin, Juni 21, 2021

Sulsel Dalam Kondisi Darurat Corona, Prof Ridwan Tak Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

MAKASSAR, MEOLI.CO – Ketua Tim Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin, mengungkapkan, saat ini kasus positif Covid-19 sedang menuju puncak dengan penambahan lebih dari 400 kasus per hari. Adapun positivity rate atau perbandingan kasus positif dengan jumlah sampel tes swab berada di kisaran 17-20 persen.

“Ini artinya, Sulsel dalam kondisi darurat. Sebab WHO mematok positivity rate di bawah lima persen sebagai kondisi aman,” ungkap Prof Ridwan.

Ia mengatakan, sekolah tatap muka bukan kebijakan tepat di kondisi saat ini. Risiko penyebaran virus corona di kalangan peserta didik, sangat besar.

“Sekolah tatap muka dampaknya sangat besar. Jika jumlah kasus meningkat di kalangan anak didik, ini sangat berbahaya,” papar Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel ini.

Prof Ridwan menilai, jika pembelajaran tatap muka tetap dipaksakan, maka sama saja dengan melakukan pembiaran penyebaran virus korona secara lebih luas lagi. Hal ini sangat tidak dibenarkan, karena kesehatan anak didik adalah hal yang utama.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), meminta pemerintah pusat dan daerah segera melakukan pemetaan sekolah-sekolah yang siap dan yang belum siap menggelar pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Jika zona daerahnya masuk kategori hijau atau aman, tetapi sekolahnya belum siap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, maka pembelajaran tatap muka tetap harus ditunda.

“Sekolah juga harus didampingi dan didukung pendanaan untuk menyiapkan infrastruktur dan protokol kesehatan/SOP adaptasi kebiasaan baru (AKB) di satuan pendidikan. Kalau belum siap, sebaiknya tunda buka sekolah pada Januari 2021,” pungkas Retno.

Sejumlah daerah memilih menunda penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah selama laju penyebaran Covid-19 masih tinggi. Salah satunya Sulsel. Penyebabnya, penyebaran virus corona sudah bertransmisi secara merata di Sulsel. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com