Selasa, September 21, 2021

Tak Banyak yang Tahu, Begini Awal Mula Berdirinya Patung Yesus di Buntu Burake

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Patung Yesus memberkati di Buntu Burake, Tana Toraja, kini menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Patung raksasa setinggi 40 meter ini, bahkan mengalahkan patung Yesus yang ada di Brazil.

Patung ini diinisiasi oleh Theofillus Allorerung, saat menjabat Bupati Tana Toraja, pada 2010 – 2015. Ide untuk membangun patung ini, diakuinya muncul begitu saja.

“Jujur saya tidak pernah merancang. Ide dan gagasan ini saya terima karena sebagai orang Kristen kita berkhidmat, hal itu yang muncul dalam benak saya,” kata Bung Theo, sapaan akrab Theofillus.

Ukuran yang besar hingga mengalahkan patung Yesus yang ada di Brazil, karena ia tidak ingin patung tersebut biasa-biasa saja. Harus luar biasa, sehingga mereka yang datang ke Toraja untuk melihat patung Yesus ini tidak kecewa.

“Memang saya tidak mau yang biasa-biasa. Harus luar biasa,” tuturnya.

Patung tersebut dibangun oleh seniman asal Bantul, Yogyakarta, Hardo Wardoyo Suarto. Dibawa dari Yogyakarta dalam bentuk lempengan, lalu disusun di Buntu Burake.

Biaya yang digunakan juga tak main-main. Mencapai Rp 30 miliar. Kini, patung yang memiliki 500 anak tangga tersebut, memiliki jembatan kaca.

Sebelum membangun patung tersebut, Theo mengaku mendapat banyak masukan. Mulai dari membangun pohon natal hingga patung salib raksasa. Namun, ia tetap pada pendiriannya, membangun patung Yesus memberkati.

“Awalnya banyak yang meragukan. Tapi semua dimudahkan, dan sekarang patung ini menjadi destinasi favorit. Banyak yang datang ke Toraja untuk melihat patung ini,” tuturnya. (*)

 

 

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com