Kamis, Juni 17, 2021

Tenaga Kesehatan RS Elim Rantepao Disuntik Vaksin Covid-19

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TORAJA UTARA, MEOLI.CO – Tenaga kesehatan medis dan non medis Rumah Sakit (RS) Elim Rantepao telah menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac tahap pertama, di Aula RS Elim Rantepao, Toraja Utara, Rabu, 3 Februari 2021. Ketua Panitia Vaksinasi Covid-19 Sinovac, dr Filemon Suryawan Handjaja, mengungkapkan, seluruh tenaga kesehatan medis dan non medis yang bekerja di RS Elim Rantepao mulai divaksin secara bertahap.

“Pihak RS Elim memulai vaksin hari ini kepada 60 tenaga medis dan non medis, yakni semua dokter dan perawat yang memenuhi syarat. Dan selanjutnya tetap bertahap setiap harinya 60 orang selama enam hari kedepan,” ungkap dokter spesialis paru di RS Elim Rantepao ini.

Filemon menjelaskan, sebelum dilakukan vaksinasi, ada empat tahapan yang dilalui. Yakni pendaftaran dan verifikasi, menjalani proses skrining, menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac, dan yang terakhir dilakukan pencatatan dan observasi.

“Proses observasi, penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dan diberi kartu vaksinasi dan edukasi pencegahan Covid-19, sebagai penerima vaksin tahap pertama,” terangnya.

Sementara Plt Direktur RS Elim Rantepao, dr Adrian Benedict Wijaya, mengungkapkan rasa syukur bahwa hari ini dapat melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Elim, karena upaya pemerintah kreatif dalam pencanangan vaksin.

“Untuk vaksinator sendiri sudah dilakukan pelatihan dari Kemenkes di Bulan Desember dan diulangi kembali saat brifing di akhir Januari dari Dinas Kesehatan setempat,” ucap Adrian.

Diakui Adrian, setelah menjalani observasi selama 30 menit, reaksi setelah diberikan suntikan vaksin hanya merasa nyeri di bagian suntikan. Setelah masa observasi selesai, rasa nyeri hilang dan tidak merasakan respon apa – apa di tubuh.

“Vaksin ini dijamin aman, ikuti saja vaksin yang dianjurkan, jangan takut untuk divaksin demi kesehatan kita bersama,” pesan dr Adrian. (YN/*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com