Jumat, September 17, 2021

Terbukti Lakukan Pidana Pemilu, Dua ASN dan Satu IRT Dijebloskan ke Rutan Makale

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu Ibu Rumah Tangga (IRT), terbukti melakukan tindak pidana pemilu saat Pilkada Tana Toraja dan Toraja Utara, yang dihelat 9 Desember 2020. Atas perbuatannya, ketiganya harus mendekam di Rutan Kelas II Makale.

Untuk perkara pelanggaran Pilkada 2020 di Kabupaten Tana Toraja, JT, dengan Nomor Perkara 141/Pid.Sus/2020/PN Mak, berstatus ASN, telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Dimana selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu paslon selama masa kampanye.

JT oleh majelis hakim divonis dengan pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari, serta denda sebesar Rp 4 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Selanjutnya, terpidana AT alias MP seorang ibu rumah tangga, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah untuk kepentingan pemilihan kepala daerah.

AT alias MP oleh majelis hakim divonis dengan pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari, serta pidana denda sebesar Rp 500 ribu. Dengan ketentuan, jika pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Sementara untuk pelanggaran Pilkada Toraja Utara 2020 dengan terpidana inisial YP, berstatus ASN, divonis dengan pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari, serta pidana denda sebesar Rp 2 juta. Dengan ketentuan, jika pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.

Dalam keterangan persnya, Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua, menyampaikan, ketiga perkara pelanggaran Pilkada Toraja Utara ini menjadi pembelajaran bagi ASN dan masyarakat.

“ASN itu harusnya netral, dan tim sukses atau paslon jangan gunakan fasilitas negara dalam berkampanye. Kami pihak kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakumdu memastikan jika terbukti akan kami proses, dan ini tiga perkara menjadi bukti,” kata Jefri, kemarin.

Ketiga pelaku pelanggaran Pilkada ini pun telah ditahan dan menjalani proses hukum di Rutan Klas IIB Makale. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com