Jumat, Juni 11, 2021

Tidak Hanya di Makassar dan Gowa, Densus 88 Juga Amankan Terduga Teroris di Enrekang

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

MAKASSAR, MEOLI.CO – Densus 88 Antiteror Mabes Polri total telah menangkap 20 terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Sulsel. Penangkapan ini ternyata tidak hanya di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, tetapi juga di Kabupaten Enrekang.

Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam, mengatakan, penangkapan di Kota Makassar berlangsung di tiga kecamatan, yakni Biringkanaya, Sudiang, dan Tallo. Kemudian penangkapan selanjutnya terjadi di Kecamatan Somba Opu, Gowa.

“Dan yang kelima di Desa Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang,” kata Merdisyam saat konferensi pers di Makassar, Kamis, 7 Januari 2021.

Sementara itu, perwakilan Tim Densus 88 Brigjen Ibnu Suhendra, mengatakan, total 20 terduga teroris yang diamankan tak termasuk dengan sejumlah keluarga, seperti anak dan istri yang diamankan. Sejumlah keluarga yang ikut diamankan tersebut saat ini menjalani pemeriksaan penyidik.

“Mengenai beberapa orang keluarga yang ikut diamankan bukan berarti dia diamankan jadi tersangka, tetapi dari penyidikan kita memilah keterlibatannya karena saat ditangkap ibu-ibu dan anak-anaknya ada bersama tersangka,” ujar Brigjen Ibnu.

Dia mengatakan, beberapa orang keluarga yang ikut diamankan tersebut selain untuk proses penyidikan, juga demi meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan. Termasuk untuk mencegah kesalahpahaman pihak keluarga terkait penangkapan suami atau ayah mereka sebagai terduga teroris.

“Nanti setelah dari hasil penyidikan, hasil pemeriksaan baru dipilah oleh penyidik, baru dikembalikan ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan yang terjadi di tiga wilayah kota atau kabupaten itu dilakukan serentak pada Rabu, 6 Januari 2021. Khusus di Makassar, dua terduga teroris M Rizaldi (45) dan Sanjai Ajis (22) ditembak mati polisi lantaran melawan pakai senapan dan parang saat hendak ditangkap. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com