Jumat, September 17, 2021

Vaksin Sinovac Akan Didistribusikan ke Toraja Bulan Februari

Liputan

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Bom Gereja Katedral Makassar Meledak Usai Ibadah Minggu Palma

MAKASSAR, MEOLI.CO - Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katolik Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021,...

Terjerat Utang Ratusan Miliar, Pemprov Sulsel Tetap Alokasikan Bantuan Keuangan Daerah

SOPPENG, MEOLI.CO - Meski terjerat utang ratusan miliar, Pemprov Sulsel akan tetap mengalokasikan anggaran untuk bantuan keuangan daerah tahun...
- UKI Toraja -

TANA TORAJA, MEOLI.CO – Vaksin Covid-19, Sinovac, akan dikirim ke Tana Toraja dan Toraja Utara, pada Bulan Februari mendatang. Saat ini, vaksin tersebut tersimpan di Kantor Dinas Kesehatan Sulsel.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari, menjelaskan, distribusi vaksin untuk Kota Makassar, Maros dan Gowa dilakukan hari ini, Selasa, 12 Januari 2021. Untuk Gowa dan Maros, vaksin distribusikan oleh dinas kesehatan masing-masing daerah, lengkap dengan cold box-nya.

“Kalau untuk daerah lainnya, termasuk Tana Toraja dan Toraja Utara, pada bulan Februari. Untuk tahap pertama ini, maka pemantauan dilakukan dengan sangat baik terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia menuturkan, khusus untuk Kota Makassar, Gubernur Sulsel telah mengusulkan penambahan rumah sakit untuk pelaksanaan vaksinasi. Dimana sebelumnya, pihak Kemenkes hanya menunjuk rumah sakit TNI-Polri.

“Kami usulkan rumah sakit provinsi juga. Sementara proses hari ini. Kita ajukan enam rumah sakit, lebih banyak lebih bagus, supaya tidak berkerumun. Itu tujuannya,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac. Sebagai persiapan, ia juga telah melakukan Swab PCR, Senin, 11 Januari 2021 lalu, dengan hasil negatif Covid-19.

“Hari Kamis, saya vaksin pertama. Jadi tidak usah ragu, pemerintah sudah melakukan uji klinis yang ketiga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menjelaskan, pihaknya akan segera memulai program vaksinasi setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam hal ini, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keselamatan masyarakat penerima vaksin.

Saat ini, Indonesia telah memiliki tiga juta dosis vaksin siap pakai yang sebagiannya telah terdistribusi ke daerah-daerah. Pada tahap awal pelaksanaan vaksinasi, pemerintah memprioritaskan kurang lebih 1,6 juta tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Jumlah dosis vaksin yang akan dimiliki Indonesia juga akan semakin meningkat. Rencananya, akan ada pengiriman vaksin dari sejumlah sumber seperti Sinovac, Novavax, AstraZeneca, BioNTech-Pfizer, hingga COVAX/GAVI setiap bulannya, hingga akhir tahun. (*)

Berita Terbaru

Berikut Tujuh Korban Luka Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

MAKASSAR, MEOLI.CO - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, mengatakan, ada sekira tujuh orang korban luka akibat ledakan...

Mungkin Anda Sukai

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com